Rabu, 24 Januari 2018

Pengertian Meta tag Charset UTF-8 pada HTML5

Pengertian Meta tag

Meta tag adalah ‘data tentang data‘, dimana tag ini ditujukan bukan kepada user, tetapi kepada web browser atau kepada ‘robot program‘ seperti mesin pencari (search engine).

Mengenal meta-tag charset UTF-8

Charset UTF-8 merupakan meta tag yang paling sering digunakan dalam HTML5, penulisannya adalah sebagai berikut:
1
<meta charset="UTF-8">
Meta tag diatas memberi instruksi kepada web browser untuk menerjemahkan karakter-karakter di dalam halaman HTML sebagai UTF-8. Walaupun bersifat opsional, hampir setiap halaman HTML5 menggunakan meta tag ini. Akan tetapi, apa sebenarnya maksud dari charset=”UTF-8″ ini?

Sejarah Charset (Karakter Set) HTML

Instruksi charset digunakan untuk menerjemahkan bit-bit di dalam halaman HTML menjadi karakter.
Karakter set paling sederhana dan juga paling awal digunakan adalah karakter set ASCII, (dalam HTML ditulis sebagai charset=”us-ascii”). Karakter set ini terbatas pada huruf latin (a-z, A-Z) dan beberapa karakter lain seperti angka, spasi, tab, dll dengan total hanya 128 karakter.

Karakter set “us-ascii” kemudian dikembangkan menjadi karakter ANSI, atau dikenal juga sebagai ISO-8859-1 (dalam HTML ditulis sebagai charset=”ISO-8859-1”). Karakter ANSI mendukung 256 karakter, dan umumnya digunakan pada HTML versi 2.0 sampai dengan HTML 4.01.
Pemasalahan pada karakter set ASCII maupun ANSI adalah tidak menyertakan karakter non-latin seperti huruf arab, cina, jepang, dll. Untuk keperluan ini dikembangkan berbagai karakter set untuk masing-masing bahasa, seperti big5 untuk karakter cina, x-euc-jp untuk karakter jepang, iso-8859-7 untuk karakter yunani dll. Sehingga untuk setiap web, penulisan karakter set akan berbeda-beda tergantung bahasa apa yang digunakan untuk menulis halaman HTML. Tentunya akan lebih praktis jika seluruh karakter ini disatukan kedalam sebuah karakter set.
Pada awal perkembangan XHTML, diperkenalkan karakter set UTF-8 (Unicode Transformation Format-8) yang mendukung hampir seluruh karakter yang ada di dunia. Dalam perkembangan selanjutnya, HTML5 juga menggunakan UTF-8 sebagai charset standar. Dengan menggunakan UTF-8, kita tidak perlu khawatir mengenai karakter atau bahasa apa yang akan digunakan. UTF-8 mendukung hingga lebih dari 10.000 karakter.

Cara Penulisan meta tag Charset UTF-8

Dalam HTML 4.01 maupun XHTML, penulisan karakter set lebih panjang, seperti contoh berikut:
1
<meta http-equiv="content-type" content="text/html;charset=UTF-8" />
Dalam HTML5, penulisannya disederhanakan menjadi:
1
<meta charset="UTF-8">
Meta tag charset ini ditempatkan pada bagian <head> sebelum tag <title>, seperti contoh berikut:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
  <meta charset="utf-8">
  <title>Belajar HTML5</title>
</head>
<body>
  <h1>HTML5</h1>
  <p>Belajar HTML5</p>
</body>

Pentingnya Menggunakan Charset

Walaupun sepenuhnya opsional, penulisan meta tag charset sangat dianjurkan. Jika kita tidak menuliskan charset, web browser akan mencoba ‘menebak‘ karakter yang digunakan (biasanya web browser modern akan menggunakan utf-8 sebagai karakter default). Jika halaman web dijalankan dari web server seperti Apache, web server juga akan menambahkan http-header yang berisi karakter set.
Namun perlu menjadi catatan bahwa jika kita tidak menulis meta tag charset, proses web browser ‘menebak‘ karakter set ini bisa menjadi masalah. Pada tahun 2005 terdapat sebuah bug pada Internet Explorer yang dinamakan Google XSS. Hal ini terjadi karena situs google tidak menuliskan karakter set sehingga bisa digunakan untuk menyisipkan kode javascript. Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu menambahkan meta tag charset pada setiap halaman HTML.

Rabu, 17 Januari 2018

Kerjakan Skripsi Mu jangan pernah menanyakan kapan sidang?

Kenapa saya menulis ini? karena ini adalah pengalaman pribadi, yang berulang pada mahasiswa-mahasiswi yang saya bimbing. Menyelesaikan S2 bukanlah hal mudah buat saya karena kondisi kampus saat saya tingkat akhir tidak menentu. Pada saat itu kampus tempat saya kuliah S2 sempat di non aktifkan oleh dikti, dan ini membuat saya dan teman-teman menjadi galau. Tapi untungnya kami merupakan kelompok yang solid, dan tetap melakukan tugasnya sebagai mahasiswa. Tesis tetap kami kerjakan, bimbingan tetap kami lakukan, walaupun ada beberapa teman kami yang patah semangat dengan melihat kondisi kampus. Saat itu kami sebenarnya kami tidak tau kapan kami sidang dan kapan kami lulus. Tapi kami tetap terus mengerjakan tesis kami dan semua membuahkan hasil. Saat tesis kami mulai selesai kampus kembali dalam kondisi aktif dan alhamdulillah kami bisa melakukan sidang sampai dengan wisuda.

Cerita itu ternyata berulang dan dialami oleh mahasiswa dan mahasiswi yang saya bimbing, kondisi kampus mereka menjadi tidak jelas, karena kerjasama dengan kampus induk terpustus ditambah manajemen kampus yang tidak fokus lagi mengurus mereka, karena membuat kampus baru dengan prodi yang berbeda. Sering sekali saya sebagai dosen pembimbing ditanya kapan kita sidang ya Pak? Saya tidak bisa menjawab, terus terang saya tidak tau, karena saya hanya ditugaskan untuk membimbing saja. Tapi yang hanya saya bisa katakan, Kerjakan saja skripsi mu, jangan bertanya kapan sidang? Kalau skripsimu sudah siap, boleh kamu bertanya kapan sidangnya, tapi tidak bertanya kepada saya, tanyakan kepada yang mengurus kamu di kampus. Kalau skripsimu sudah siap pasti tidak akan terjadi kamu gagal sidang. Iya ternyata terjadi juga mendadak ada jadwal sidang untuk mereka, yang skripsinya sudah siap mungkin tidak masalah, tapi banyak mahasiswa entah malas, entah menunggu kepastian, tidak jadi ikut sidang karena belum siap, yang belum siap banyak banyak dipaksakan untuk ikut sidang, kwalitas skripsi jadi tidak bagus, mereka ikut sidang hanya mengharapkan lulus saja.

Itulah yang terjadi, sampai saat ini saya masih membimbing mereka yang masih belum lulus, pertanyaan yang sama selalu muncul, dan jawaban yang sama pun saya lontarkan. Mudah-mudahan mereka mengerti. Selalu kerjakan skripsi mu dan jangan pernah menanyakan kapan sidang?

Senin, 08 Januari 2018

Ujian Akhir Semester Global Mulia

1) Untuk Semester 7 UAS AI mengerjakan Ujian online linknya klik disini
Tutorial video nya bisa dilihat di video. untuk Semester 7 pilih Kode Mata Kuliah MTK001
User name menggunakan user yang dulu sudah pernah diinput waktu ujian sebelumnya, yang lupa bisa hubungi saya lagi.
Seperti itu saja kalo masih kuran jelas silahkan hubungi saya. Terima kasih atas perhatiannya, selamat mengerjakan "SEMOGA SUKSES" 👍 

2) Untuk ujian APLIKASI MOBILE (Android Studio) kirimkan project anda ke email saya ekomartantoh@gmail.com. Berupa Aplikasi Android yang menggunakan database SQL Lite. Pengiriman paling lambat 1 Minggu dari Tanggal 9 - 16 Januari 2018.

Kamis, 27 Oktober 2016

Load Balance PCC + Hotspot

Sudah lama tidak nulis lagi di blog ini, teringat sesuatu yang pernah saya baca dari tulisan Pak Romi Satria Wahono, "tuliskan ilmu yang kamu dapat agar kamu selalu ingat". Oleh karena itu saya tulis apa yang saya dapat dari pengalaman saya mensetting Load Balance Mikrotik menggunakan PCC (Per Connection Classifier).

Setelah mendapat backupan baru untuk hotspot rt rw net yang saya kelola. saya mulai memikirkan bagaimana agar dapat memanfaatkan kedua koneksi yang saya miliki. terlintas untuk melakukan setting load balance pada mikrotik saya. Mungkin pengalaman saya pernah juga dialami oleh anda, pada awalnya setting load balance tidak langsung sukses, penerapan pertama kali terjadi kendala buka website tidak bisa akhirnya saya disable dulu, cari-cari tutorial lain kemudian saya terapkan lagi, alhamdulillah berjalan lancar, ada perbedaan dari setingan awal, distance untuk setting route yang ada routing marknya ternyata harus sama-sama 1, dan ditambah mangle accept untuk destination gateway internetnya. Emmm ... saya sudah senang semua berjalan lancar.

Akan tetapi setelah 2 hari berjalan user hotspot ada yang teriak, "Internetnya kok ga bisa website tertentu, hanya bisa facebook, google, youtube sama WA aja". Ada apa gerangan nih. akhirnya saya cek lagi settingan load balannce. Saya curiga ada yang kurang. Untuk user yang dibinding tidak ada masalah, tetapi user hotspotnya bermasalah. Biasa jurus pamungkas tanya-tanya lagi ke Mbah google, "you must add hotspot aut at all your mangle". Ini jawaban yang saya temukan, saya langsung beraksi, tidak semua saya berikan aut untuk mangle, saya coba satu per satu, dan akhirnya horee berhasil. Sekarang yang hotspot no problem lagi mereka sudah bisa semua website.

Oh ya tidak lengkap rasanya kalo saya tidak melampirkan setingan Load balancenya baik saya tampilkan disini ya.

Perhatikan pada manggle terdapat hotspot = auth untuk mengijinkan atutentikasi hotspot.

/ip firewall mangle
add action=mark-connection chain=input comment=LB connection-state=new \
    hotspot=auth in-interface=ether1-WAN1 log-prefix="" new-connection-mark=\
    isp-1 passthrough=yes
add action=mark-connection chain=input comment=LB connection-state=new \
    hotspot=auth in-interface=ether4-WAN2 log-prefix="" new-connection-mark=\
    isp-2 passthrough=yes

add action=mark-routing chain=output comment=LB connection-mark=isp-1 \
    hotspot=auth log-prefix="" new-routing-mark=jalur-1 passthrough=no
add action=mark-routing chain=output comment=LB connection-mark=isp-2 \
    hotspot=auth log-prefix="" new-routing-mark=jalur-2 passthrough=no

add action=accept chain=prerouting comment=LB dst-address=192.168.101.0/24 \
    dst-address-type=!local hotspot=auth in-interface=ether3-Hotspot1 \
    log-prefix="" per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/0
add action=accept chain=prerouting comment=LB dst-address=192.168.100.0/24 \
    dst-address-type=!local hotspot=auth in-interface=ether3-Hotspot1 \
    log-prefix="" per-connection-classifier=both-addresses-and-ports:2/1

add action=mark-connection chain=prerouting comment=LB dst-address-type=\
    !local in-interface=ether3-Hotspot1 log-prefix="" new-connection-mark=\
    isp-1 passthrough=yes per-connection-classifier=\
    both-addresses-and-ports:2/0
add action=mark-connection chain=prerouting comment=LB dst-address-type=\
    !local in-interface=ether3-Hotspot1 log-prefix="" new-connection-mark=\
    isp-1 passthrough=yes per-connection-classifier=\
    both-addresses-and-ports:2/1
 
/ip firewall nat
add action=masquerade chain=srcnat log-prefix="" out-interface=ether1-WAN1
add action=masquerade chain=srcnat log-prefix="" out-interface=ether4-WAN2

Bonus Fail Over tanpa script Cek gateway ping ke google dulu baru ke gateway internetnya, karena biasanya kalo kita setting fail over matiin interface dulu baru fail overnya berfungsi tapi kalo cuman internetnya aja yang bermasalah fail over tidak berajalan. dengan cek gateway ping ke dns google internet yang down akan terdeteksi dan fail over akan berjalan.

/ip route
add check-gateway=ping comment="LB Utama" distance=1 gateway=192.168.101.3 \
    routing-mark=jalur-1 scope=10
add comment="LB Fail Over" distance=1 gateway=192.168.100.1 routing-mark=\
    jalur-2
add check-gateway=ping comment=Utama distance=1 gateway=8.8.8.8
add comment=FailOver distance=2 gateway=192.168.100.1
add comment="Gateway DNS google 1" distance=1 dst-address=8.8.8.8/32 gateway=\
    192.168.101.3 scope=10

Tank's for all .... semoga beramanfaat ....

Jumat, 23 Oktober 2015

Solusi error Read-only file system

Pernah mendapatkan error dengan pesan : Read-only file system

Hal ini pernah terjadi pada server ubuntu 12.04.1, yang saya gunakan sebagai web server dan database server. suatu hari terjadi error dimana aplikasi tidak bisa dijalankan, baik aplikasi web maupun dekstop. Terdapat keterangan bahwa terjadi error pada koneksi database. Kemudian saya cek langsung server ubuntu melalui putty, ketika login tidak seperti biasanya tidak ada tampilan persen penggunaan hardisk. kemudian masuk root dengan ketik sudo su, muncul pesan error :

"unable to open /var/lib/sodo/user/0: Read-only file system"

Cek service yang dijalakanpun tidak ada yang aktif, baik mysql dan apache, dilakukan start, restart juga ga mau jalan, stelah browsing kesana kemari akhirnya ditemukan solusinya:

masuk ke root terlebih dahulu lalu ketikan:

mount -o remount,rw /

Sabtu, 26 September 2015

PING dan TTL

Ping merupakan singkatan dari Packet Internet Groper, yaitu suatu aplikasi utilitas yang disediakan oleh micosoft windows yang berfungsi sebagai pemeriksa koneksi jaringan dengan berbasis Transmission Control Protocol/Internet Protocol(TCP/IP).
Fungsi dari program ping adalah untuk mencoba apakah komputer yang satu dengan yang lainnya telah terhubung dalam satu jaringan/belum dengan megirimkan sejumlah packet data ke komputer lain.

Image
Maksud dari percobaan dan hasil ping diatas adalah :# pinging 21.21.21.1 with 21 bytes of data : kita telah melakukan ping ke IP 21.21.21.1 dengan 32 bytes data# packet:sent=4, receive=4, lost=0 <0% loss>, : artinya paket yang dikirimkan tidak ada yang hilang [4 dikirim 4 diterima]
# data yang dikirimkan berukuran 32 bytes karena itu adalah ukuran buffer default pada windows
# fungsi dari buffer di windows ini adalah untuk melihat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengiriman data packet[maksudnya jika melakukan ping dengan host berbeda maka hasilnya juga akan berbeda]
#Lalu apa maksud dari reply from 21.21.21.1: bytes=32 time<1ms TTL 128 ?
-TTL merupakan singkatan dari Time To Live, yaitu waktu maksimum dari komputer saat mereply/membalas paket ICMP atau disebut juga latency/delay. TTL pada windows secara default adalah 128.
-Mengapa jumlah TTL ini dibatasi ? hal itu untuk mencegah terjadinya circular routing pada jaringan, karena itu setiap kali ping packet melalui IP host maka nilai TTL akan dikurangi satu, hingga TTL memiliki nilai 0. Dengan nilai 0 ini packet akan discard dan drop dengan keterangn TTL expired in transit.
# Semakin kecil nilai time dan paket loss dari hasil ping  maka koneksi jaringan yang dipakai semakin baik.
FUNGSI PING
Kegunaan PING antara lain adalah sbb:
  1. Mengetahui status up/down komputer dalam jaringan.
  2. Kita dapat mengecek apakah sebuah komputer up/down menggunakan perintah PING, jika komputer tersebut memberikan response terhadap perintah PING yang kita berikan maka dikatakan bahwa komputer tersebut up atau hidup.
  3. Memonitor availability status komputer dalam jaringan.
    PING dapat digunakan sebagai tool monitoring availibilitas komputer dalam jaringan yang merupakan salah satu indikator kualitas jaringan yaitu dengan melakukan PING secara periodik pada komputer yang dituju. Semakin kecil downtime, semakin bagus kualitas jaringan tersebut.
  4. Mengetahui responsifitas komunikasi sebuah jaringan.
    Besarnya nilai delay atau latency yang dilaporkan oleh PING menjadi indikasi seberapa responsif komunikasi terjadi dengan komputer yang dituju. Semakin besar nilai delay menunjukkan semakin lamban respons yang diberikan. Sehingga nilai delay ini juga bisa digunakan sebagai indikator kualitas jaringan.
Banyak aplikasi hanya bisa dijalankan dengan maksimal delay tertentu, sehingga sangat penting untuk mengukur delay pada jaringan untuk memastikan aplikasi tersebut dapat dijalankan. Aplikasi yang memerlukan delay kecil dikatakan sebagai delay-sensitive application dan memerlukan jaminan agar maksimal delay selalu terjaga dalam komunikasi data yang dilakukan, contohnya adalah network game, voice dan video conference application.
Anda dapat menggunakan aplikasi sniffer untuk melihat penggunaan resource jaringan berdasarkan kriteria tertentu termasuk ip address dan user. Contoh aplikasinya adalah WinDump (http://www.tcpdump.org/wpcap.html) pada Windows platform, TCP Dump (http://www.tcpdump.org) dan Ethereal (http://www.ethereal.com) pada Unix/Linux platform serta Network Stumbler (http://www.stumbler.net) dan Air Snort (http://airsnort.shmoo.com) untuk melakukan sniffing pada wireless network.
PENGGUNAAN PING
Contoh penggunaan ping :
ping 192.168.1.2 –t
Paket akan dikirimkan terus menerus sampai ada penekanan tombol Ctrl + C.
ping 192.168.1.2 -n 32
Jumlah permintaan echo yang dikirimkan berjumlah 32 byte
ping 192.168.1.2 -l 32
Jumlah buffer yang dikirimkan sebanyak 32 byte
ping 192.168.1.2 -n 32
Jumlah waktu (timeout) untuk menunggu respon dalam satuan milidetik. Pada contoh diatas waktu yang dibutuhkan adalah 1 milidetik.
Opsi yang lain dapat Anda lihat dengan mengetikkan : ping /? pada prompt DOS Anda..
PERJALANAN PING
Pada contoh ini, seorang user di Host A melakukan ping ke alamat IP Host B. Mari kita cermati langkah demi langkah perjalanan datanya :
  1. Internet Control Message Protocol (ICMP) menciptakan sebuah payload (data) pemintaan echo (di mana isinya hanya abjad di field data).
  2. ICMP menyerahkan payload tersebut ke Internet Protocol (IP), yang lalu menciptakan sebuah paket. Paling sedikit, paket ini berisi : sebuah alamat asal IP, sebuah alamat tujuan IP, dan sebuah field protocol dengan nilai 01h (ingat bahwa Cisco suka menggunakan 0x di depan karakter heksadesimal , jadi di router mungkin terlihat seperti 0×01). Semua itu memberitahukan kepada host penerima tentang kepada siapa host penerima harus menyerahkan payload ketika network tujuan telah dicapai – pada contoh ini host menyerahkan payload kepada protocol ICMP.
  3. Setelah paket dibuat, IP akan menentukan apakah alamat IP tujuan ada di network local atau network remote.
  4. Karena IP menentukan bahwa ini adalah permintaan untuk network remote, maka paket perlu dikirimkan ke default gateway agar paket dapat di route ke network remote. Registry di Windows dibaca untuk mencari default gateway yang telah dikonfigurasi.
  5. Default gateway dari host 192.168.0.7 (Host A) dikonfigurasi ke 192.168.0.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus diketahui dulu alamat hardware dari interface Ethernet 0 dari router (yang dikonfigurasi dengan alamat IP 192.168.0.1 tersebut) Mengapa demikian? Agar paket dapat diserahkan ke layer data link, lalu di-enkapsulasi menjadi frame, dan dikirimkan ke interface router yang terhubung ke network 192.168.0.0. Host berkomunikasi hanya dengan alamat hardware pada LAN local. Penting untuk memahami bahwa Host A, agar dapat berkomunikasi dengan Host B, harus mengirimkan paket ke alamat MAC (alamat hardware Network adapter (LAN Card) dari default gateway di network local.
  6. Setelah itu, cache ARP dicek untuk melihat apakah alamat IP dari default gateway sudah pernah di resolved (diterjemahkan) ke sebuah alamat hardware:
    Jika sudah, paket akan diserahkan ke layer data link untuk dijadikan frame (alamat hardaware dari host tujuan diserahkan bersama tersebut).
    Jika alamat hardware tidak tersedia di cache ARP dari host, sebuah broadcast ARP akan dikirimkan ke network local untuk mencari alamat hardware dari 192.168.0.1. Router melakukan respon pada permintaan tersebut dan menyerahkan alamat hardware dari Ethernet 0, dan host akan menyimpan (cache) alamat ini. Router juga akan melakukan cache alamat hardware dari host A di cache ARP nya.
  7. Setelah paket dan alamat hardware tujuan diserahkan ke layer data link, maka driver LAN akan digunakan untuk menyediakan akses media melalui jenis LAN yang digunakan (pada contoh ini adalah Ethernet). Sebuah frame dibuat, dienkapsulasi dengan informasi pengendali. Di dalam frame ini alamat hardware dari host asal dan tujuan, dalam kasus ini juga ditambah dengan field EtherType yang menggambarkan protocol layer network apa yang menyerahkan paket tersebut ke layer data link- dalam kasus ini, protocol itu adalah IP. Pada akhir dari frame itu terdapat sebuah field bernama Frame Check Sequence (FCS) yang menjadi tempat penyimpanan dari hasil perhitungan Cyclic Redundancy Check (CRC).
  8. Setelah frame selesai dibuat, frame tersebut diserahkan ke layer Physical untuk ditempatkan di media fisik ( pada contoh ini adalah kabel twisted-pair) dalam bentuk bit-bit, yang dikirim saru per satu.
  9. Semua alat di collision domain menerima bit-bit ini dan membuat frame dari bit-bit ini. Mereka masing-masing melakukan CRC dan mengecek jawaban di field FCS. Jika jawabannya tidak cocok, frame akan dibuang.
    Jika CRC cocok, maka alamat hardware tujuan akan di cek untuk melihat apakah alamat tersebut cocok juga (pada contoh ini, dicek apakah cocok dengan interface Ethernet 0 dari router).
    Jika alamat hardware cocok, maka field Ether-Type dicek untuk mencari protocol yang digunakan di layer Network dengan cara :
  10. Paket ditarik dari frame, dan apa yang tertinggal di frame akan dibuang. Paket lalu diserahkan ke protocol yang tercatat di field Ether-Type—pada contoh ini adalah IP.
  11. IP menerima paket dan mengecek alamat tujuan IP. Karena alamat tujuan dari paket tidak sesuai dengan semua alamat yang dikonfigurasi di router penerima itu sendiri, maka router penerima akan melihat pada alamat IP network tujuan di routing tablenya.
    Routing table harus memiliki sebuah entri di network 192.168.10.0, jika tidak paket akan dibuang dengan segera dan sebuah pesan ICMP akan dikirimkan kembali ke alamat pengirim dengan sebuah pesan “destination network unreachable” (network tujuan tidak tercapai)
    Jika router menemukan sebuah entri untuk network tujuan di tabelnya, paket akan dialihkan ke interface keluar (exit interface)—pada contoh, interface keluar ini adalah interface Ethernet 1.
  12. Router akan melakuakan pengalihan paket ke buffer Ethernet 1.
    Buffer Ethernet 1 perlu mengetahui alamat hardware dari host tujuan dan pertama kali ia akan mengecek cache ARP-nya.
  13. Jika alamat hardware dari Host B sudah ditemukan, paket dan alamat hardware tersebut akan diserahkan ke layer data link untuk dibuat menjadi frame.
  14. Jika alamat hardware tidak pernah diterjemahkan atau di resolved oleh ARP (sehingga tidak dicatat di cache ARP), router akan mengirimkan sebuah permintaan ARP keluar dari interface E1 untuk alamat hardware 192.168.10.3.
Host B melakukan respond dengan alamat hardwarenya, dan paket beserta alamat hardware tujuan akan dikirimkan ke layer data link untuk dijadikan frame.
  1. Layer data link membuat sebuah frame dengan alamat hardware tujuan dan asal , field Ether-Type, dan field FCS di akhir dari frame. Frame diserahkan ke layer Physical untuk dikirimkan keluar pada medium fisik dalam bentuk bit yang dikirimkan satu per satu.
  2. Host B menerima frame dan segera melakuakan CRC. Jika hasil CRC sesuai dengan apa yang ada di field FCS, maka alamat hardware tujuan akan dicek. Jika alamat host juga cocok, field Ether-Type akan di cek untuk menentukan protocol yang akan diserahi paket tersebut di layer Network—Pada contoh ini, protocol tersebut adalah IP.
sedangkan pengertian TTL (Time To Live) sendiri adalah sebagai berikut:
Time to Live (TTL) adalah mekanisme yang membatasi umur data dalam komputer atau jaringan. TTL dapat diimplementasikan sebagai counter atau timestamp terpasang atau tertanam dalam data. Setelah hitungan peristiwa atau jangka waktu yang telah berlalu, data akan dibuang. Dalam jaringan komputer, TTL mencegah paket data dari beredar terun menerus (tanpa batas). Dalam aplikasi komputasi, TTL digunakan untuk meningkatkan kinerja caching atau meningkatkan privasi.
TTL adalah nilai waktu termasuk dalam paket yang dikirim melalui TCP / IP berbasis jaringan yang memberitahu penerima berapa lama waktu untuk terus atau menggunakan paket atau data yang dimasukkan sebelum waktunya habis dan membuang paket atau data.
Time-to-Live (TTL) telah diubah namanya  pada IP versi 6. Dalam hal ini disebut hop limit dan memiliki fungsi yang sama seperti pada TTL di IPv4.
Nilai dari TTL akan muncul pada beberapa utilitas jaringan seperti Ping, traceroute, dan utilitas jaringan PathPing  untuk mencoba untuk mencapai komputer host yang diberikan atau untuk melacak rute ke host tersebut.
Default Windows 95/98 nilai TTL adalah 32 hop. Berkut ini adalah daftar Perangkat / Sistem operasi dengan nilai-nilai default TTL :
OS/Device Version Protocol TTL
AIX
TCP 60
AIX
UDP 30
AIX 3.2, 4.1 ICMP 255
BSDI BSD/OS 3.1 and 4.0 ICMP 255
Compa Tru64 v5.0 ICMP 64
Cisco
ICMP 254
DEC Pathworks V5 TCP and UDP 30
Foundry
ICMP 64
FreeBSD 2.1R TCP and UDP 64
FreeBSD 3.4, 4.0 ICMP 255
FreeBSD 5 ICMP 64
HP-UX 9.0x TCP and UDP 30
HP-UX 10.01 TCP and UDP 64
HP-UX 10.2 ICMP 255
HP-UX 11 ICMP 255
HP-UX 11 TCP 64
Irix 5.3 TCP and UDP 60
Irix 6.x TCP and UDP 60
Irix 6.5.3, 6.5.8 ICMP 255
juniper
ICMP 64
MPE/IX (HP)
ICMP 200
Linux 2.0.x kernel ICMP 64
Linux 2.2.14 kernel ICMP 255
Linux 2.4 kernel ICMP 255
Linux Red Hat 9 ICMP and TCP 64
MacOS/MacTCP 2.0.x TCP and UDP 60
MacOS/MacTCP X (10.5.6) ICMP/TCP/UDP 64
NetBSD
ICMP 255
Netgear FVG318
ICMP and UDP 64
OpenBSD 2.6 & 2.7 ICMP 255
OpenVMS 07.01.2002 ICMP 255
OS/2 TCP/IP 3.0
64
OSF/1 V3.2A TCP 60
OSF/1 V3.2A UDP 30
Solaris 2.5.1, 2.6, 2.7, 2.8 ICMP 255
Solaris 2.8 TCP 64
Stratus TCP_OS ICMP 255
Stratus TCP_OS (14.2-) TCP and UDP 30
Stratus TCP_OS (14.3+) TCP and UDP 64
Stratus STCP ICMP/TCP/UDP 60
SunOS 4.1.3/4.1.4 TCP and UDP 60
SunOS 5.7 ICMP and TCP 255
Ultrix V4.1/V4.2A TCP 60
Ultrix V4.1/V4.2A UDP 30
Ultrix V4.2 – 4.5 ICMP 255
VMS/Multinet
TCP and UDP 64
VMS/TCPware
TCP 60
VMS/TCPware
UDP 64
VMS/Wollongong 1.1.1.1 TCP 128
VMS/Wollongong 1.1.1.1 UDP 30
VMS/UCX
TCP and UDP 128
Windows for Workgroups TCP and UDP 32
Windows 95 TCP and UDP 32
Windows 98 ICMP 32
Windows 98, 98 SE ICMP 128
Windows 98 TCP 128

Selasa, 24 Februari 2015

Setting Ubuntu Server Menjadi Bride

Setting Interface Ubuntu Sebagai Bridge, dalam kasus ini menggunakan 2 lan card, dimana card yang pertama nantinya akan terhubung ke local dan yang lainnya akan terhubung ke gateway/publik.

Langkah Pertama Install paket yang dibutuhkan untuk mendukung mode bridge

root@eko:~#apt-get install bridge-utils

Perintah berikut akan membuat sebuah jembatan yang bernama br0 yang menggunakan interface eth0 dan eth1 sebagai port bridge:
root@eko:~#sudo brctl addbr br0
root@eko:~#sudo brctl addif br0 eth0 eth1
Rubah isi /etc/network/interface dengan perintah :
root@eko:~#sudo nano /etc/network/interface
kemudian ganti isinya menjadi seperti berikut :
auto br0
iface br0 inet static
address 192.168.10.251
netmask 255.255.255.0
network 192.168.10.0
broadcast 192.168.10.255
gateway 192.168.10.254
bridge_ports eth0 eth1
perintah di atas berfungsi memberikan ip pada interface br0 agar mesin bisa terhubung ke internet dan bisa di remote. selain itu perintah di atas berfungsi agar ketika mesin di restart bridge mode tetap berjalan.

Distributor Networking

http://www.dcsindo.com/
http://ubnt.masolusi.com/
http://www.rajanetwork.com/
http://www.indo-pc.com/
http://www.cakarnet.com/
http://www.nds.web.id/

========================
surabaya
=================
http://www.langitnet.com/
===================
malang
==============
http://www.nale.biz/

jogja
=========
http://www.megalink-online.com/
mikrotik.co.id

Sabtu, 20 Juli 2013

Download Modul

1.  Algoritma dan pemrograman ( download )
2.  Sistem Operasi ( download )
3.  Organisasi Sistem Komputer ( download ) quis2 OSK (quis)
4.  Pengelolaan Instalasi Komputer ( download, pik_metode_penjadwalan, pik_perkembangan_kem)
5.  Sistem Operasi Linux
6.  Sistem Basis Data / Database Design ( download )
7.  Perancangan Basis Data ( download, mysql2, mysql3, koneksi, mysqlconnector)
Contoh Perancangan Basis Data Sistem Pembelain dengan menggunakan Visual Basic 6, program ini sebagai contoh perancangan database secara sederhana ada beberapa prosedur yang mungkin bermanfaat, dan ini sebagai dasar karena perlu penyempurnaan kembali untuk menjadi suatu program yang baik, silahkan download disini: pembelian1 
8.  Instalasi & Troublesooting ( download, modul2, metode, memory, recovery, notebook )
9.  e-commerce (download), contoh tugas presentasi rencana bisnis e-commerce (tugas)
10. Desain Grafis (modul1, modul2, modul3, Modul4, Modul5, Modul 6)
11. Microsoft Office (modul1-12)
12. Web Design (photoshop & dreamweaver, css, javascript)
13. Jaringan Komputer (modul)
Untuk informasi dan update terbaru silahkan kunjungi websiteku http://ekomartantoh.riskina.com

Jumat, 19 Juli 2013

Mengetahui Versi Laptop HP Compaq Presario CQ42

Saya ingin menuliskan sedikit pengalaman, mau install ulang Laptop HP Compaq Presario CQ42, pada saat mau install driver karena ga ada cd driver seperti biasa berkungjung ke website HP tapi ternyata versi Presario CQ42 banyak, trus mau dicoba satu-satu, waduh cape deh, akhirnya saya coba lihat dibelakang laptop tapi ga menemukan versinya juga spertinya labelnya sudah dilepas. Iseng-iseng buka system information tapi tetep ga jelas. Coba lihat bios, system information nah disitu ada keterangan number hardware, mungkin ini, tapi di website tidak ada nomor yang sama, dan akhirnya dimasukkan saja serial number hardware di bagaian search, ternyata mau dan ketemu versi yang cocok, siap-siap dah download drivernya.
Semoga bermanfaat ....

Kamis, 11 April 2013

Mengembalikan Partisi yang Hilang dengan TestDisk

Hati-hati apabila anda mencoba software-software partisi, seperti Partition Magic, dahulu Partition Magic adalah tool partisi hardisk yang handal, tetapi sekarang sudah tidak lagi semenjak di ambil alih oleh Symantec, dan tidak ada release terbaru untuk software ini. Bisa-bisa partisi anda hilang akibat anda menjalankan program ini.

Tetapi apabila partisi anda terlanjur hilang, jangan khawatir ada banyak tool pemulihan partisi yang bisa anda gunakan, salah satunya TestDisk, bisa download di situs resminya disini. Download tutorialnya disini.

Semoga bermanfaat ....

Rabu, 20 Maret 2013

Apache tidak Mau Running

Kadang-kadang anda menemukan permasalahan web server lokal anda yang biasanya include dengan XAMPP yaitu Apache yang tidak mau running, jadi running sebentar kemudian close kembali. Pada dasarnya Apache (http) menggunakan port 80 dan Apache (https) menggunakan port 443, cek apakah port-port anda free atau tidak, anda bisa gunakan xampp-portchek.exe yang ada di folder XAMPP, dengan itu anda bisa melihat apakah port-port yang digunakan oleh aplikasi bawaan xampp free atau tidak.

Port 80 biasanya digunakan oleh beberapa aplikasi seperti teamviwer, skypy, dan lain-lain, coba anda matikan program-program tersebut untuk membebaskan port 80. Ada beberapa orang yang menganjurkan untuk merubah port 80 ke 8080, dengan mengedit file httpd.conf yang ada di xampp\apache\conf. kalau anda tidak suka dengan cara yang kedua berarti anda harus berusaha menemukan service yang menggunakan port 80 atau port 443, anda bisa stop dan start service serta mendisablenya di file services.msc, yang anda bisa buka di menu run atau taks manager, services. Untuk port 443 apabila anda tidak menemukan juga service apa yang menggunakannya anda bisa menonaktifkan saja dengan memberi tanda # pada Include conf/extra/httpd-ssl.conf di file httpd.conf. Atau anda rubah baris listen 443 menjadi port yang lain misal 444 di file httpd-ssl.conf di folder xampp/conf/extra.

Semoga bermanfaat.

Senin, 11 Maret 2013

Netframwork Initialization Error

Netframwork Initialization Error - error yang terjadi pada aplikasi yang menggunakan framework, biasanya muncul pesan "unable to find a version of the runtime to run this application", ini bisa terjadi karena versi netframework yang dibutuhkan tidak ada, atau ada kerusakan pada netframework.

Solusi : install versi netframework yang dibutuhkan, apabila sudah ada remove kemudian restart komputer terlebih dahulu, kemudin install kembali. kalau error masih terjadi, lebih baik anda uninstall aplikasi tersebut, kemudian download versi terbaru aplikasi tersebut dan install kembali.

Kamis, 06 Oktober 2011

MENGGUNAKAN DISK DRIVE 

Virtual CD yang akan digunakan adalah MagicDisk anda bisa download di website resminya  http://www.magiciso.com/tutorials/miso-magicdisc-overview.htm. Setelah diinstal di computer, maka akan muncul drive baru (DVD Drive).  
Tahapan pemasangan (mount) disk image pada virtual drive adalah sebagai berikut: 
1. Klik kanan pada icon MagicDisk yang ada di systry sehingga muncul pop up menu
     seperti gambar di sebelah kiri
2. Kemudian pilih menu : Virtual CD/DVD‐ROM | <Drive>: No Media | Mount
3. Pada dialog Mount CD/DVD image pilih disk image yang akan di pasang. 
4. Setelah di‐klik tombol [Ok] maka disk image akan terpasang dan muncul di drive.

Ujian Akhir Semestar STMIK Cikarang

1) Untuk UAS KOMDAT mengerjakan Ujian online linknya https://ekosite.000webhostapp.com/ujian/index.php  Sebelumnya pilih Jenis Ujian UAS k...